Aku mencintaimu Suamiku
Ayah... Mengapa aku yang di salahkan atas kehancuran keluarga kecilmu?
Ayah... Aku bukanlah perusak hubungan orang...
Aku sudah pernah bilang .... selesai kan urusan kamu dulu... Dan biarkan aku menjalani hidup ini.. Tanpamu. Jika urusan kamu sudah selesai barulah kau datang padaku
Ayah... Engkau memintaku untuk menemani sisa hidupmu. Karena engkau bilang engkau ingin bahagia. Ingin menjalani keluarga yang benar sakinah mawadah dan warahmah. Yang dimana dulu belum pernah kamu rasakan dengan keluarga mu yang dulu.
Ayah... Dengan janji engkau ingin hidup bersama ku... Engkau rela meninggalkan keluarga kecil mu yang dulu... Padahal Aku sudah memberikan pilihan lebih baik tinggalkan saja aku. Dan kembali lah ke keluarga mu. Tapi engkau tetap mempertahankan aku, karena engkau berpikir akulah kebahagiaan mu.
Ayah... Pantaskah q panggil dirimu ayah untuk anak q?
Kamu memang suamiku... Tapi hatimu bukan milikku.
Sakit yang q rasakan saat km masih ingin cari tahu tentang nya. Saat kamu masih perhatian kepadanya. Bukalah mata dan hati mu. Dia bukan siapa2 kamu lagi. Dia hanya mantan istrimu. Dia hanya ibu dari anak2 mu.
Apakah km menyesal berpisah dengannya??....
Kamu cemburu jika dia berdandan. Km cemburu jika dekat dengan laki laki lain. Dia siapa kamu???
Dia atau aku istrimu?? Kamu masih ikut campur urusan dia. Sedangkan diriku tak pernah kau perhatikan.
Q dandan untuk siapa? Untuk kamu...
Q kurus untuk siapa? Untuk kamu...
Q kerja untuk siapa? Untuk bantuin kamu...
Apa selama ini kamu sudah adil memberi nafkah kepadaku dan kepada Dede?
Apa selama ini kamu sudah membuat q bahagia. ???
Q selama ini tak bahagia denganmu.
Q selama ini tak bisa tidur tenang..
Q selama ini was was takut kehilangan mu.
Mengapa engkau timpakan takdir ini padaku?
Apa q harus diam selamanya? Apa q harus bungkam mulut ini hingga mati?
Menyesal tiada guna bagiku. Semua sudah berakhir episode kebahagiaan q hilang.
Ayah... Mengapa aku yang di salahkan atas kehancuran keluarga kecilmu?
Ayah... Aku bukanlah perusak hubungan orang...
Aku sudah pernah bilang .... selesai kan urusan kamu dulu... Dan biarkan aku menjalani hidup ini.. Tanpamu. Jika urusan kamu sudah selesai barulah kau datang padaku
Ayah... Engkau memintaku untuk menemani sisa hidupmu. Karena engkau bilang engkau ingin bahagia. Ingin menjalani keluarga yang benar sakinah mawadah dan warahmah. Yang dimana dulu belum pernah kamu rasakan dengan keluarga mu yang dulu.
Ayah... Dengan janji engkau ingin hidup bersama ku... Engkau rela meninggalkan keluarga kecil mu yang dulu... Padahal Aku sudah memberikan pilihan lebih baik tinggalkan saja aku. Dan kembali lah ke keluarga mu. Tapi engkau tetap mempertahankan aku, karena engkau berpikir akulah kebahagiaan mu.
Ayah... Pantaskah q panggil dirimu ayah untuk anak q?
Kamu memang suamiku... Tapi hatimu bukan milikku.
Sakit yang q rasakan saat km masih ingin cari tahu tentang nya. Saat kamu masih perhatian kepadanya. Bukalah mata dan hati mu. Dia bukan siapa2 kamu lagi. Dia hanya mantan istrimu. Dia hanya ibu dari anak2 mu.
Apakah km menyesal berpisah dengannya??....
Kamu cemburu jika dia berdandan. Km cemburu jika dekat dengan laki laki lain. Dia siapa kamu???
Dia atau aku istrimu?? Kamu masih ikut campur urusan dia. Sedangkan diriku tak pernah kau perhatikan.
Q dandan untuk siapa? Untuk kamu...
Q kurus untuk siapa? Untuk kamu...
Q kerja untuk siapa? Untuk bantuin kamu...
Apa selama ini kamu sudah adil memberi nafkah kepadaku dan kepada Dede?
Apa selama ini kamu sudah membuat q bahagia. ???
Q selama ini tak bahagia denganmu.
Q selama ini tak bisa tidur tenang..
Q selama ini was was takut kehilangan mu.
Mengapa engkau timpakan takdir ini padaku?
Apa q harus diam selamanya? Apa q harus bungkam mulut ini hingga mati?
Menyesal tiada guna bagiku. Semua sudah berakhir episode kebahagiaan q hilang.
Komentar
Posting Komentar