Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017
Mengapa dulu engkau tak merelakan diriku saja. Agar aku bisa menjalani kehidupan ku bersama orang lain. Dari pada engkau bilang aku engkau cintai namun engkau tak bahagia. Aku ingin menjadi wanita yg ingin dicintai dan disayangi suaminya dengan sepenuh hati. Tidak ada keterpura2an... Tidak ada kebohongan..Dan tidak ada rahasia yang tersembunyi. Andai tidak ada hadirnya Dede diantara kita.. aku akan memilih pergi dari kehidupan mu selamanya. Aku berusaha sabar menunggu keputusan dan keadilan terhadap ku. Namun.. tak kunjung ada Jawaban​ yang ku terima. Aku selalu memperhatikan wajahmu... Dan ku berharap andai waktu bisa ku putar kembali. Aku tak ingin bertemu bahkan mengenal dirimu. Kebahagiaan yang aku impikan bersamamu kian lama kian pudar. Entah aku masih mencintaimu atau tidak karena tiada perhatian darimu. Tapi aku tak akan pernah mengemis perhatian darimu. Kelak jika terjadi sesuatu dengan diriku... Engkau akan mengetahui betapa kecewanya diriku akan sikapmu. Engkau...
Setiap hari aku menangis dalam hati. Pernikahan yang aku harapkan jauh dari kenyataan. Bahkan saat hamil pun aku masih tetap sendirian. Lain ceritanya jika aku tak memiliki suami. Apa hanya karena belum sah makanya dia mangabaikan aku? Apa karena mengejar harta dia mengabaikan aku. Tak pernah dia berpikir bagaimana psikis ku saat ini. Aku membutuhkan teman disampingku. Aku membutuhkan teman menemani dan menjaga aku. Aku sedang hamil besar apa dia tak mengerti??? Kecuali dia belum pernah menikah dan belum Pernah memiliki anak. Aku bisa maklumi. Dimana hati dan pikirannya??? Bagaimana jika terjadi apa apa dengan ku? Apa dia siap menerima pertanggung jawaban nanti sama Allah SWT. Bahwa dia selama menjadi suamiku mengabaikan aku dan anakku saat aku hamil. Tak akan aku biarkan dia masuk surga selama hati ini dia abaikan. Tak akan aku ikhlaskan kebahagiaan terjadi padanya selama hati ini masih terluka.
Hujan bagai air yang di guyur dari langit. Dia menungguku pulang sampai ke rumah dan bersantai... Baru menurunkan airnya. Seolah alam memberikan aku kesempatan agar sampai rumah dulu. Seperti derai air mata ini... Hujan turun begitu deras. Bagai perumpamaan hati yang telah dirundung ujian dan cobaan yang bertubi tubi. Semoga ini menjadi penebus dari segala dosa dosa ku.
Semoga ini rejekinya Dede. Semoga dipermudah semuanya. Semoga Allah SWT selalu melindungi Dede. Walau sakit dan pahit yang sudah kujalani saat ini. Semoga ini menjadi penebus dosa ku untuk selalu merawat nya. Karena Allah​ maha Adil dan maha mengetahui.
Ada sebuah cerita yang tak bisa dijelaskan. Ada sebuah kecewa yang tak bisa tergambar kan. Ketika hati menahan rindu namun terabaikan. Ketika diri ingin bertemu namun dicampakkan. Jiwa ini mendidih bagai terbakar bara api cemburu dan penyesalan. Raga ini lelah menceritakan keadaan yang sama. Dalam diam terurai air mata kesedihan... Masih pantaskah untuk ku perjuangan kan? Sedangkan langkah kaki ini makin berat untuk menggapainya.
Ayah... Maafkan putrimu ini. Saat ini aku benar benar sedang terjatuh. Saat ini aku benar benar rapuh. Tapi aku tak ingin ayah memikirkan aku. Aku ingin ayah akan selalu baik baik saja. Aku akan berjuang untuk ayah. Aku hanya minta Restu darimu untuk menguatkan aku. Tak ada yang lain yang kuharap selain cinta mu ayah. Karena aku sangat menyayangimu. Doakan aku agar baik baik saja selalu. Walau saat ini aku sedang berada di titik terbawah. Aku sayang ayah.
Jangan​ buat aku terbiasa tanpa kabar darimu. Karena aku masih ingin membahagiakan dirimu. Jangan buat aku terbiasa tanpa melihat mu.. Karena aku masih ingin memeluk mu. Jangan buat aku terbiasa dengan keadaan ini. Karena berdua bersama mu itu yang aku mau. Jika kamu terlalu sibuk aku bisa maklumi. Jika kamu terlalu banyak pekerjaan aku masih bisa maklumi. Aku tak mengemis perhatian darimu. Aku hanya sekedar mengingatkan adanya diriku. Seharusnya kau ada disini. Menemaniku saat ini. Tapi engkau yang kunanti tak kunjung datang menghampiri. Inikah cinta yang selama ini kau impikan denganku? Inikah cinta yang selalu engkau harapkan bersama ku? Engkau mungkin menganggap aku tak akan pergi kemanapun. Engkau mungkin mengira aku akan tetap selalu disini. Ya memang aku masih tetap disini. Menyaksikan kebodohan ku sendiri. Saat ada engkau tak pedulikan diriku. Saat ada engkau hanya diam membisu. Jangan terus berpura-pura merasa tak mengabaikan diriku.
Mungkin saat ini kamu mengabaikan aku.  Mungkin​ saat ini kamu mengenyampingkan diriku. Mungkin saat ini kamu tak menganggap aku.  Tapi aku tak akan membalas itu semua.  Cukup Allah SWT dan malaikat saja yang menilainya.  Atas ketidak Adilan mu terhadap diriku. Cukup Allah SWT saja yang mengingatkan mu. Karena kata kataku telah habis untukmu. Aku tak ingin hidup penuh dengan kebohongan dan keterpura2an.  Semoga Allah SWT memperingatkan mu.
Aku masih tetap berdiri dengan kesabaranmu. Aku masih tetap menanti dengan harapku. Jika tiada hasil aku menunggu...Lebih baik ku beranjak dari sini. Tiada pengharapan yang lebih indah selain dari Allah SWT. Tak akan ku tengok lagi masalalu ku. Tak akan ku sesali langkah ini. Aku yakin aku bisa. Aku sudah terbiasa. Biar tangis mengalir dalam hatiku. Jiwaku kan tetap tegar. Untuk masa depan dede.
Mungkin saat ini engkau lupa apa status ku...Dihadapannmu Mungkin​ saat ini kamu masih bisa mengabaikan aku... Karena bagimu mungkin aku hanya sesaat.. Didepan penghulu engkau mengikat janji... Yang aku tak tau engkau setulus hati atau tidak. Semoga bukan karena keterpaksaan... Dalam kondisi ku seperti ini engkau meninggalkan aku sendirian... Bahkan engkau tak mempertanyakan bagaimana keadaanku... Ingatlah aku adalah istri mu. Aku hanya bisa berharap semoga Allah SWT menyadarkan mu. Disini aku membutuhkanmu... Kau sia siakan aku dan bayi dalam kandungan ku. Kau biarkan aku sendiri menelan pahitnya hidup ini. Kebahagiaan yang kuharap kan darimu sirna. Belaian seorang ayah tak kau berikan kepada nya. Apa yang akan ku ceritakan kepadanya nanti tentang dirimu? Seseorang yang mengabaikan bundanya ??? Jika suatu saat nanti aku pergi dari dunia ini... Jangan kenang aku lagi... Jangan pernah meneteskan air matamu untuk ku. Aku tak ingin melihat penyesalanmu dikemudian hari. ...
Satu satunya alasanku tetap bertahan... Satu satunya alasanku tetap menunggu walau menyakitkan. Cinta dan pengorbanan.. Aku tau waktu tak akan mungkin ku putar kembali. Aku hanya berusaha untuk bisa memperbaiki sisa ke egoisanku. Mungkin pergi akan lebih baik untukku...Menghilang untuk ketenangan diri. Menjauh dari kemunafikan ini.
Aku hanya manusia biasa... Yang mendambakan cinta dan kasih sayang dalam hidupku. Mencintai dan dicintai dengan tulus tanpa keterpura-puraan. Andai langit mampu mengungkapkan rasa yang ada d hati ini mungkin gemuruhnya terdengar hingga langit ke tujuh. Aku memaafkan semuanya... Aku ikhlas kan dengan apa yg terjadi dalam hidupku. Biar jalan yang ku lalui mudah di kemudian hari. Jika memang ada jodoh antara aku dengannya...Semoga dilancarkan. Jika tak ada jodoh antara aku dengannya... Semoga Allah SWT memberikan dan menunjukkan jodohku yang sebenarnya. Agar aku tak salah langkah lagi. Agar aku tak salah pilih lagi. Biar lah air mata ini yang menjadi saksi. Ketika diri mencintai namun terasa asing... Ketika diri tak dianggap olehnya. Aku percaya Allah SWT akan memberikan ganti yang terbaik untukku. Menghapus kesedihan ku.. dan membuat ku tersenyum kembali...
Ya Allah inilah hamba-Mu yang kerdil penuh noda dan dosa kembali datang mengetuk pintumu, melabuhkan derita jiwa ini kehadirat-Mu. Ya Allah sudah tujuh bulan ini hamba-Mu ini hamil penuh derita dan kepayahan. Namun kenapa begitu tega suami hamba tak mempedulikanku dan menelantarkanku. Masih kurang apa rasa cinta hamba padanya. Masih kurang apa kesetiaanku padanya. Masih kurang apa baktiku padanya? Ya Allah, jika memang masih ada yang kurang, ilhamkanlah pada hamba-Mu ini cara berakhlak yang lebih mulia lagi pada suamiku. Ya Allah, dengan rahmatMu hamba mohon jangan murkai dia karena kelalaiannya. Cukup hamba saja yang menderita. Maafkanlah dia, dengan penuh cinta hamba masih tetap menyayanginya. Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk tetap berbakti dan memuliakannya.  Ya Allah, Engkau maha Tahu bahwa hamba sangat mencintainya karena-Mu. Sampaikanlah rasa cinta ini kepadanya dengan cara-Mu. Tegurlah dia dengan teguran-Mu. Ya Allah dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada Tuhan ...