Postingan

Aku mencintaimu Suamiku Ayah... Mengapa aku yang di salahkan atas kehancuran keluarga kecilmu? Ayah... Aku bukanlah perusak hubungan orang... Aku sudah pernah bilang .... selesai kan urusan kamu dulu... Dan biarkan aku menjalani hidup ini.. Tanpamu. Jika urusan kamu sudah selesai barulah kau datang padaku Ayah... Engkau memintaku untuk menemani sisa hidupmu. Karena engkau bilang engkau ingin bahagia. Ingin menjalani keluarga yang benar sakinah mawadah dan warahmah. Yang dimana dulu belum pernah kamu rasakan dengan keluarga mu yang dulu. Ayah... Dengan janji engkau ingin hidup bersama ku... Engkau rela meninggalkan keluarga kecil mu yang dulu... Padahal Aku sudah memberikan pilihan lebih baik tinggalkan saja aku. Dan kembali lah ke keluarga mu. Tapi engkau tetap mempertahankan aku, karena engkau berpikir akulah kebahagiaan mu. Ayah... Pantaskah q panggil dirimu ayah untuk anak q? Kamu memang suamiku... Tapi hatimu bukan milikku. Sakit yang q rasakan saat km masih ingin ca...
Ya Allah hanya engkau yang mengerti hati hamba. Sedikit kemarahanku kau membuat gempa d beberapa wilayah. Mereka tak bersalah ya Allah... Mereka tak tau apa yg sedang aku rasakan. Ya Allah SWT... Mengapa aku harus mengalami sakit  seperti ini??? Inikah caramu menghukum ku? Atau caramu menghapus dosa-dosa Q? Q Berusaha menerima keadaan ini. Tapi dia tidak memahami q. Dia selalu membuat q kecewa. Bagaimana bisa tercipta keluarga yg sakinah mawadah warohmah jika masih ada dusta dari salah satu pihak? Apakah benar dia yg sekarang di hadapanku adalah dia jodohku? Mengapa jodoh itu lebih menyakitkan? Jika memang dia hanya ujian saja ... Untuk q, lantas siapa jodohku nanti yang sesungguhnya? Jika memang engkau menjodohkan q dengannya d dunia, berilah aku kekuatan untuk menghadapi segala cobaan mu tentang nya. Sesungguhnya hamba sudah lelah memikirkan kisah percintaan ini. Hamba hanya lelah dan sangat lelah...
Q memaafkannya... Q yang meminta maaf duluan ketika buka HP dia. Q yang meminta maaf duluan ketika q baca chat dia dengan wanita lain. Q yang meminta maaf duluan ketika q blokir nomor wanita itu di hpnya. Q yang di persalahkan.... Q yang di bilang GA usah ikut campur urusan dia lagi. Wahai kamu suamiku... Q hanya tak ingin SUUDZON kepadamu karena  aq membaca chat parno kalian. Q hanya tak ingin kamu berzina walau hanya via chat... Takut kamu membayangkan tentang wanita itu. Karena semua perselingkuhan berawal dari bercandaan. Q hanya ingin menjaga nama baikmu ... Walau q pun sebenarnya belum tentu baik di matamu. Maafkan q bila sikapku salah. Bukan aq mau mengekang kamu... Q hanya ingin menjagamu untuk menjadi imam dunia akhirat q. Q GA tau apakah nanti kita bisa berjalan beriringan bersama saat di akhirat kelak... Satu yang pasti jika engkau memilih q untuk menjadi bidadari surga mu... Q akan menolaknya. Cukup sakit hati di dunia saja yang q rasakan. Lebih baik ...
Apalah gunanya jika aku menginginkan keluarga yang bahagia... Jika kamu masih mencari kebahagiaan d luar sana. Apalah gunanya aku menutupi kesedihan hati ini ... Jika di hadapan ku badai siap menghantam.. Apalah gunanya jika aku mendambakan keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah..... Jika engkau tak menginginkannya... Ya Allah SWT... Jika memang tak kau jodohkan aku dengan suamiku...  Bebaskan lah diri ini dari belenggu ini. Dan gantilah dengan jodoh yang sudah engkau pilihkan untukku. Agar tak ada penyesalan lagi diantara aku dan dia...Karena salah memilih pasangan. Pasangan yang bisa menghibur d kalau duka..  Pasangan yang sayang kepadaku apa adanya.
Wahai pembolak balik hati... Hanya engkau yang mengetahui jalan cerita ini. Kau uji lagi diriku yang mencintainya... Kau uji lagi diriku dengan adanya wanita yang dikenalnya. Wanita yang mengagungkan suamiku lebih dari diriku. Wanita yang menyebut nama suami ku di dalam doanya. Wanita yang mungkin lebih akrab dengan suamiku... Wanita yang mungkin lebih duluan mengenal suamiku sebelum adanya diriku. Ya Rabbi... Ujian apalagi ini... Apakah mencintai suamiku sendiri sesakit ini? Apakah ujian ku atas dirinya belum cukup? Mengapa ya Allah...??? Mengapa engkau memintaku untuk bertahan untuk nya... Jika dirinya masih bisa becanda dengan wanita lain? Mengapa engkau memintaku diam... ?? Baginya dia berteman dengan wanita itu biasa dan GA ada masalah... Apa dia tak punya perasaan??? Mengapa dia tak bertanya bagaimana hatiku? Aku tak ingin marah... Untuk orang yang berulang kali sudah membuat aku kecewa. Ya Allah... Mengapa engkau memintaku untuk mendampin...
Untukmu suamiku... Maaf bila aku belum bisa menjadi istri yang sempurna di mata mu. Maaf bila aku belum bisa membahayakan mu. Maafkan aku yang tak sesempurna menjadi istri yang kamu idamkan. Aku memang tak cantikk,  Aku memang tak kurus, Aku memang tak kaya, Aku memang sedikit tahu tentang agama.. Tapi... Aku orang yang ingin membahagiakan mu. Aku orang yang ingin menjadi perisai dan bidadari untukmu. Aku orang yang ingin selalu melihat senyum kebahagiaan mu. Tapi apalah dayaku... Jika kebahagiaan yang aku harapkan hanya sebatas angan. Tapi apalah dayaku... Jika kebahagiaan yang aku ukir masih belum sempurna.. Tapi apalah dayaku... Jika hanya aku sendiri yang berjuang untuk kebahagiaan mu.  Tapi apalah dayaku jika ketidaksempurnaan ini sehingga membuat mu untuk mencari celah kebahagiaan pada orang lain. Aku mungkin hanya terlalu berharap...  Untuk menjadi satu-satunya wanita yang engkau pikirkan... Apa mungkin aku salah menga...
Mendekati hari lahirnya Dede, km tak ada perubahan juga. Apa iya harus Allah SWT yg negur duluan biar hatimu peka? Mengapa mesti orang lain yang perhatian ketimbang suami sendiri. Apa tak malu? Apa pekerjaan lebih penting bagimu? Apa karena sedang bersenang-senang hingga sengaja kau lupakan aku? Apa hatimu sudah mati? Hingga rasa peka dan ibamu hilang? Semoga Allah membalas semua perbuatan mu. Dengan peringatan yang akan menyadarkan mu.