Setiap hari aku menangis dalam hati.
Pernikahan yang aku harapkan jauh dari kenyataan.
Bahkan saat hamil pun aku masih tetap sendirian.
Lain ceritanya jika aku tak memiliki suami.
Apa hanya karena belum sah makanya dia mangabaikan aku?
Apa karena mengejar harta dia mengabaikan aku.
Tak pernah dia berpikir bagaimana psikis ku saat ini.
Aku membutuhkan teman disampingku.
Aku membutuhkan teman menemani dan menjaga aku.
Aku sedang hamil besar apa dia tak mengerti???
Kecuali dia belum pernah menikah dan belum Pernah memiliki anak. Aku bisa maklumi.
Dimana hati dan pikirannya???
Bagaimana jika terjadi apa apa dengan ku?
Apa dia siap menerima pertanggung jawaban nanti sama Allah SWT.
Bahwa dia selama menjadi suamiku mengabaikan aku dan anakku saat aku hamil.
Tak akan aku biarkan dia masuk surga selama hati ini dia abaikan.
Tak akan aku ikhlaskan kebahagiaan terjadi padanya selama hati ini masih terluka.
Pernikahan yang aku harapkan jauh dari kenyataan.
Bahkan saat hamil pun aku masih tetap sendirian.
Lain ceritanya jika aku tak memiliki suami.
Apa hanya karena belum sah makanya dia mangabaikan aku?
Apa karena mengejar harta dia mengabaikan aku.
Tak pernah dia berpikir bagaimana psikis ku saat ini.
Aku membutuhkan teman disampingku.
Aku membutuhkan teman menemani dan menjaga aku.
Aku sedang hamil besar apa dia tak mengerti???
Kecuali dia belum pernah menikah dan belum Pernah memiliki anak. Aku bisa maklumi.
Dimana hati dan pikirannya???
Bagaimana jika terjadi apa apa dengan ku?
Apa dia siap menerima pertanggung jawaban nanti sama Allah SWT.
Bahwa dia selama menjadi suamiku mengabaikan aku dan anakku saat aku hamil.
Tak akan aku biarkan dia masuk surga selama hati ini dia abaikan.
Tak akan aku ikhlaskan kebahagiaan terjadi padanya selama hati ini masih terluka.
Komentar
Posting Komentar